Senin, 07 Januari 2013

analisis kasus pembelajaran fisika


KASUS PEMBELAJARAN FISIKA

Pelajaran fisika adalah pelajaran yang banyak tidak disukai oleh siswa. Sebenarnya plajaran fisika bisa di buat menjadi pelajaran yang menarik, karena plajaran ini mempelajari mengenai fakta yang ada di lingkungan sekitar rumah tinggal siswa. Materi alat ukur listrik merupakan materi yang pengaplikasianya ada di lingkungan siswa. Karena itulah guru menjelaskan materi ini secara detail di depan kelas.

Namun, setelah diadakan ujian mengenai materi ini ternyata banyak siswa yang tidak lulus. Adapun tingkat persentase kelulusan hanya 60% dengan nilai rata-rata siswa 65,66. Stelah di analisis banyak siswa yang salah menjawab mengenai cara pemasangan alat listrik. Stelah ditelusuri teryata guru hanya mejelaskan materi saja, tidak pernah dilakukan praktikum sehingga siswa tidak paham akan materi tersebut. Materi pelajaran alat ukur listrik merupakan materi yang bersifat prinsip. Bagaimanakah tindakan yang harus dilakukan guru mata pelajaran tersebut?

Kasus tersebut masuk dalam ketegori perbaikan.




Prosedur pelaksanaan pengajaran remedial

1.    Penelaahan kembali kasus dengan permasalahanya
            Dilihat dari kasus pembelajaran yang di alami siswa saat ujian  mata pelajaran fisika, setelah dilakukan identifikasi kasus  dapat diketahui bahwa terdapat 40% siswa atau sebanyak 6 siswa dari 15 siswa yang mengikuti ujian tidak tuntas dalam ujian fisika tersebut. Anak tersebut tidak tuntas karena mendapatkan nilai ujian mata pelajaran fisika dibawah KKM yaitu dibawah nilai 65. Letak kesalahan yang dialami oleh para siswa hampir sama, yaitu mereka rata-rata salah  menjawab pada soal-soal yang memerlukan pemahaman dan prisip, misalnya yaitu pemasangan voltmeter dalam rangkaian listrik. Setelah di telusuri lebih lanjut ternyata terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesalahan menjawab soal tersebut. Dari faktor internal siswa yang salah menjawab tersebut karena memang mereka belum memehami materi tersebut dan belum belajar dengan maksimal sebelum ujian dilakukan, sedangkan dari faktor eksternal yaitu karena ujian tesebut dilakukan dengan waktu yang singkat sedangkan soal-soal yang disajikan perlu dilakukan pemahaman sebelum menjawabnya. Selain itu materi yang disajikan guru tidak menarik, guru hanya menjelaskan saja tanpa pernah dilakukan praktikum ataupun demonstrasi, sedangkan materi yang diajarkan memerlukan pemahaman yang mendasar mengenai prinsip-prinsip pemasangan alat ukur listrik. Dari beberapa hal di atas maka 6 siswa yang belum tuntas harus mengikuti pembelajaran remedial untuk mencapai KKM dan dapat melanjutkan ke materi berikutnya.

  1. Pemilihan alternatif tindakan
Berdasarkan langkah pertama , kasus pembelajaran yang di alami siswa memiliki kesulitan dalam menemukan dan mengembangkan pola strategi/ metode/ teknik belajar yang efektif dan efisien. Alternatif tindakan yang dapat dilakukan oleh guru bidang study fisika tersebut yaitu pertama menginformasikan kepada keenam siswa yang belum tuntas untuk mengikuti pembelajaran remedial dan guru juga mengulas kembali materi pembelajaran yang telah di ujikan sebelumnya. Dalam analisis kasus diketahui faktor yang mempengaruhi ketidaktuntasan siswa yaitu waktu yang tidak sesuai dengan soal yang disajikan saat ujian, untuk itu pada tahap ini guru harus membuat soal kembali sesuai dengan materi yang belum di capai siswa dan kemudian menganalisis tingkat kesulitan soal dengan alokasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikanya. Selain itu guru seharusnya mengubah metode pembelajaran yang digunakan, tidak hanya dengan ceramah saja, namun harus dilakukan juga praktikum agar siswa lebih memahami materi yang disampaikan. Jadi penyelesaian kasus tersebut adalah perbaikan terhadap teknik, metode dan model pembelajaran yang dilakukan oleh guru tersebut. Setelah hal tersebut disiapkan maka siswa yang belum tuntas tersebut diharuskan mengikuti pembelajaran remedial dan mendapat nilai di atas KKM.




  1. Pelaksanaan layanan pengajaran remedial
Pelaksanaan remedial ini bertujuan  agar keenam siswa yang belum tuntas dapat mencapai prestasi belajar sesuai dengan tujuan yang diharapkan dari materi pembelajaranya dan agar mereka dapat menyesuaikan diri dengan teman-teman mereka sesuai dengan kriteria yang telah di tetapkan. Tujuan tersebut dapat tercapai apabila guru dapat mengunakan metode dan model pembelajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya. Dalam kenyataannya metode dan teknik yang digunakan guru belum sesuai dengan keadaan siswa, hal ini ditandai dengan terdapatnya 6 siswa yang belum mencapai KKM setelah ujian dilakukan. Dari analisis terlihat bahwa penyajian materi yang kuramg menarik berakibat siswa kurang tertarik untuk mempelajari materi secara mendalam dan kurangnya analisis guru terhadap waktu penyelesaian di banding dengan jumlah soal dan tingkat kesulitan soal membuat siswa tidak dapat mengerjakan soal secara maksimal. Sehararusnya dalam penyampaian materi guru harus membuat metode penyampaian semenarik mungkin sehingga siswanya dapat tertarik untuk mempelajari materi tersebut. Selain itu untuk materi pembelajaran fisika yang merupakan penerapan seperti pada kasus ini, sebaiknya guru mengunakan metode praktikum, karena dengan metode praktikum siswa akan terlibat langsung dalam materi dan pengaplikasianya, merka tidak hanya berandai-andai saja sehingga pemahaman materi yang disampaikan akan lebih banyak diserap oleh siswa-siswanya.

  1. Mengadakan pengukuran kembali hasil belajar
Setelah melaksanakan pembelajaran remedial, pada tahap ini guru memberikan pengukuran kembali (tes) kepada siswa yang belum tuntas untuk mengetahui tingkat prestasi siswa tersebut setelah mengikuti pembelajaran remedial. Untuk mengukur prestasi belajar siswa yang belum tuntas,  guru dapat melakukan ujian ulang pada keenam siswa yang belum tuntas tersebut. Pengukuran ini dapat dilakukan setelah meteri yang telah diberikan kepada siswa dirasa cukup dan siswa dapat memahami materi tersebut. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan materi yang sama dan soal yang hampir sama dengan ujian yang telah dilakukan sebelumya. Pelaksanaan tes ulang dilakukan untuk memberikan informasi tentang sejauh mana tingkat perubahan siswa terjadi setelah melakukan pembelajaran remedial.
  1. Mengadakan Re-evaluasi dan Re-diagnosis
Dari langkah-langkah pempembelajaran remedial yang telah dilakukan oleh guru, dapat diketahui bahwa dari pembelajaran remedial yang telah dilakukan keenam siswa yang sebelumnya belum tuntas menunjukkan peningkatan prestasi dan mereka mendapat nilai di atas kriteria keberhasilan minimum (KKM) yang ditetapkan. Hal ini, terlihat dari tingkat kesulitan yang dialami siswa tersebut dapat diatasi dengan pembelajaran remedial dengan metode dan model pemdelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswanya. Sehingga rekomendasi yang seharusnya dikemukakan guru sebaga tindak lanjut  dari pembelajaran remedial kepada keenam siswa ini adalah mereka dinyatakan terminal atau selesai dan diperbolehkan untuk melanjutkan program proses belajar mengajar utama tahap berikutnya.



















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar